Iklan Sekilas :

Update Pembangunan Ruang Baru

Update Pembangunan Ruang Baru :

Alhamdulillah, sampai dengan tgl. 09 Oktober 2009, telah terkumpul dana sebesar

Rp. 9.220.000,- Jazakumullah khoiron katsiiron.

Siapa lagi yg mau menyusul ??

Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2009

12 Tips Sukses Belajar Matematika

By istiyanto.com

Pada posting kali ini akan saya akan sedikit memberikan saran agar Anda sukses dalam belajar Matematika. Semoga tutorial ini bisa mengubah cara berpikir Anda yang antipati terhadap Matematika, atau setidaknya mengurangi rasa takut yang berlebihan (phobia) terhadap Matematika.

Sukses Belajar Matematika
Yes, You Can Learn Math !!! Get a “can do” attitude. Kalimat inilah yang seharusnya dalam pikiran Anda. Hal tersebut pasti membuat Anda lebih percaya diri dalam mengerjakan soal Matematika.

Jika Anda terampil berolahraga, bermain musik, menari dan lain-lain, Anda pastinya juga dapat mengerjakan soal Matematika. Berikut tips untuk Anda.

1. Berlatih Matematika Sedikit Demi Sedikit Setiap Hari
Hal ini akan membangkitkan rasa percaya diri Anda dan menghilangkan rasa panik/grogi pada waktu ujian Matematika.

2. Memahami Pentingnya Manfaat Belajar Matematika
Jika Anda pelajar SMP atau SMA, berpikirlah realistis bahwa di perkuliahan membutuhkan kemampuan Matematika (aljabar) untuk mendapatkan gelar Sarjana. Beberapa jurusan, misalnya Kimia, Kedokteran, Manajemen, Akuntansi, Teknik Elektro, Statistik dan lain-lain membutuhkan ketrampilan dalam bidang Matematika.

Setelah Anda memperoleh gelar Sarjana, tentu saja Anda ingin bekerja sebagai tenaga profesional. Sebagian besar pekerjaan profesional setidaknya membutuhkan kemampuan Matematika. Tentu saja tidak hanya hitung menghitung, melainkan juga kemampuan berpikir analitis, kemampuan problem solving yang baik, berlogika dan lain-lain. Jadi, pikirkanlah dari sekarang bahwa hampir semua bidang dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan Matematika.

3. Rajin Hadir dan Aktif Pada Waktu Pelajaran Matematika
Topik-topik dalam Matematika merupakan topik yang saling terkait dan tidak dapat dipisah-pisahkan sekalipun itu merupakan konsep baru. Ini berarti bahwa pelajaran hari ini merupakan prasyarat untuk besok. Masalah-masalam dalam konsep baru membutuhkan ketrampilan sebelumnya. Misalnya, dapatkah Anda memecahkan soal yang berkaitan dengan pecahan, jika Anda tidak mengetahui konsep perkalian. Kehadiran Anda setiap hari, akan membantu Anda untuk memahami sedikit demi sedikit, sehingga pada ujian akhir tidak terlalu banyak yang dipelajari.

4. Kerjakan Selalu Tugas Anda
Ini kelihatannya sederhana, tetapi waktu Anda sangatlah terbatas. Di sekolah
Anda tidak hanya memiliki tugas matematika, tetapi tugas yang lain pastilah cukup banyak dan mengantri untuk dikerjakan dan seterusnya. Berpikirlah begini: “Tidak ada pekerjaan rumah, tidak ada latihan”. Pekerjaan rumah (PR) membantu Anda berlatih terapan dari konsep-konsep Matematika. Seperti halnya ketika kita berlatiha menyetir mobil. Semakin banyak kita sering berlatih, maka kemampuan kita untuk mengendarai akan semakin baik dan lebih percaya diri ketika di jalan. Jika Anda hanya berlatih secara teori saja dengan membaca buku manual, Anda tidak akan pernah berlatih dengan kepercayaan diri dan ketrampilan. Saya menyarankan pada Anda untuk berlatih materi pengayaan agar bisa lebih maksimal.

5. Mencoba Untuk Memahami Soal Matematika
Ketika mengerjakan pekerjaan rumah, tanyakan pada diri Anda, apa yang ingin kamu cari dan bagaimana kamu mendapatkan hasilnya. Jangan hanya mengikuti contoh. Kerjakan setiap permasalahan, tahap demi tahap sampai kamu mengerti, mengapa kamu mengerjakan dengan cara demikian dan sampai pada solusinya. Jika Anda mengikuti apa dan mengapa, kamu akan mengetahui apa yang harus kamu kerjakan ketika Anda mengerjakan soal yang mirip.

math class

(sumber: http://homepage.smc.edu/nestler_andrew/sums25eq.jpg)

6. Gunakan Kartu Indeks Untuk Persiapan Ujian
Ketika Anda mengerjakan soal ujian, pastikan bahwa Anda mengerti dengan
permasalahan-permasalahan untuk setiap konsepnya sebagaimana Anda pernah mengerjakannya. Buatlah kartu-kartu indeks yang berisi soal-soal latihan. Acak kartu-kartu tersebut, kemudian aturlah waktu Anda.Kerjakan soal-soal tersebut tanpa membuka buku satu persatu. Hal ini akan memberikan pengalaman seperti halnya simulasi ujian.

7. Bertanya di Kelas
Jangan segan untuk bertanya. Guru Anda tidak akan menertawai dengan pertanyaan yang Anda ajukan. Justru guru akan merasa senang dengan pertanyaan Anda, karena Anda telah berusaha untuk memahami penjelasannya.

8. Bertanya di Luar Kelas
Jika Anda merasa segan bertanya di dalam kelas, cobalah untuk bertanya di kantor guru atau di tempat lain. Jangan pernah merasa terlambat untuk bertanya.

9. Periksa Tugas Rumah Anda
Pastikan bahwa ketika Anda berhasil mengerjakan perkerjaan rumah Anda, cobalah untuk membukanya kembali dan jangan sampai Anda lupakan, Konsep Matematika merupakan konsep yang berkesinambungan, sehingga janganlah mencoba untuk melupakan materi sebelumnya.

10. Perhatikan Guru di Kelas
Matematika seperti bola salju. Jika Anda tidak memperhatikan peringatan dari guru Anda ketika presentasi, Anda akan ketinggalan konsep penting dalam latihan. Ingat, informasi hari ini merupakan pondasi/dasar untuk esok.

11. Jangan Banyak Bicara di Kelas
Jika Anda punya pertanyaan, silahkan langsung tanyakan pada guru Anda dan jangan Anda malah ngobrol sendiri atau berbicara dengan teman Anda. Informasi dari teman kelas Anda mungkin saja bisa salah. Cobalah untuk tidak berbicara hal-hal di luar pelajaran agar Anda bisa lebih fokus.

12. Baca dan Pelajarilah Buku Teks Matematika Anda
Yap, ada banyak alasan mengapa Anda mengeluarkan uang untuk membeli buku Matematika. Jika Anda perhatikan baik-baik, Anda akan melihat bahwa buku Anda berisi halaman-halaman dengan contoh soal yang baik, penjelasan dan definisi istilah-istilah. Pelajari baik-baik buku Anda dan janganlah sia-siakan buku yang sudah Anda beli.

AL-KHAWARIZMI "BAPAK ALJABAR"

Mungkin kita sudah sering mendengar istilah algoritma, Dalam kamus besar bahasa Indonesia algoritma berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas. Sebenarnya nama algoritma diambil dari nama julukan penemunya yaitu al-Khawarizmi seorang matematikawan muslim yang dilahirkan di Khawarizm, Uzbekistan.

Al-Khawarizmi (Khawarizm,Uzbekistan, 194 H/780 M-Baghdad, 266 H/850 M). Ilmuwan muslim, ahli di bidang ilmu matematika, astronomi, dan geografi. Nama lengkapnya adalah Abu Ja'far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi dan di barat ia lebih dikenal dengan nama Algoarisme atau Algorisme.

Karya Aljabarnya yang paling monumental berjudul al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Aljabar dan Perbandingan) Dalam buku ini diuraikan pengertian-pengertian geometris. Ia juga menyumbangkan teorema segitiga sama kaki yang tepat, perhitungan tinggi serta luas segitiga, dan luas jajargenjang serta lingkaran. Dengan demikian, dalam beberapa hal al-Khawarizmi telah membuat aljabar menjadi ilmu eksak.

Buku ini diterjemahkan di London pada tahun 1831 oleh F. Rosen seorang matematikawan Inggris, kemudian diedit ke dalam bahasa Arab oleh Ali Mustafa Musyarrafa dan Muhammad Mursi Ahmad, ahli matematika Mesir, pada tahun 1939. Sebagian dari karya al-Khawarizmi ini pada abad ke-12 juga diterjemahkan oleh Robert, matematikawan dari Chester, Inggris, dengan judul Liber Algebras et Al-mucabola (Buku Aljabar dan Perbandingan), yang kemudian diedit oleh L.C. Karpinski, seorang matematikawan dari New York, Amerika Serikat. Gerard dari Cremona (1114–1187) seorang matematikawan Italia, membuat versi kedua dari buku Liber Algebras di atas dengan judul De Jebra et Almucabola (Aljabar dan Perbandingan). Buku versi Gerard ini lebih baik dan bahkan mengungguli buku F. Rozen.

Dalam bukunya al-Khawarizmi memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa arab disebut sifr. Sebelum al-Khawarizmi memperkenalkan angka nol, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan. Akan tetapi, hitungan seperti ini tidak mendapat sambutan dari kalangan ilmuwan Barat ketika itu dan mereka lebih tertarik untuk mempergunakan raqam al-binji (daftar angka arab, termasuk angka nol), hasil penemuan al-khawarizmi. Dengan demikian angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan al-Khawarizmi.

Karya lain dari al-Khawarizmi adalah geografi yang berjudul Kitab Surah al-Ard (Buku Gambaran Bumi). Buku ini memuat daftar koordinat beberapa kota penting dan ciri-ciri geografisnya. Kitab ini secara tidak langsung mengacu pada buku Geography yang disusun oleh Claudius Ptolomaeus (100–178), ilmuwan Yunani. Namun beberapa kesalahan dalam buku tersebut dikoreksi dan dibetulkan oleh al-Khawarizmi dalam bukunya Zij as-Sindhind sebelum ia menyusun Kitab Surah al-Ard.

Dari beberapa bukunya al-Khawarizmi mewariskan beberapa istilah matematika yang masih banyak dipergunakan hingga kini, seperti sinus, kosinus, tangen dan kotangen.

Karya-karya al-Khawarizmi di bidang matematika sebenarnya banyak mengacu pada tulisan mengenai aljabar yang disusun oleh Diophantus (250 SM) dari Yunani. Namun, dalam meneliti buku-buku aljabar tersebut al-Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan permasalahan yang masih kabur. Kesalahan dan permasalahan ini diperbaiki, dijelaskan, dan dikembangkan oleh al-Khawarizmi dalam karya-karya aljabarnya. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila ia dijuluki "Bapak Aljabar". Bahkan menurut Gandz, matematikawan Barat dalam bukunya The Source of al-Khawarizmi's Algebra, al-Khawarizmi lebih berhak mendapat julukan "Bapak Aljabar" dibandingkan dengan Diophantus karena dialah orang pertama yang mengajarkan aljabar dalam bentuk elementer serta menerapkannya dalam hal-hal yang berkaitan dengannya. Di bidang ilmu ukur, al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal. Namun beberapa sarjana matematika Barat, seperti John Napier (1550–1617) dan Simon Stevin (1548–1620), menganggap penemuan di atas merupakan hasil pemikiran mereka.

Aljabar

Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau "perampungan") adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika. Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang.

Jenis-jenis Aljabar

Aljabar dapat dipilah menjadi kategori berikut:

  • Aljabar universal, yang mempelajari sifat-sifat yang dimiliki semua struktur aljabar.

Pengertian bentuk aljabar

Bentuk-Bentuk seperti 2a , -5b, x3, 3p + 2q disebut bentuk aljabar.Pada bentuk aljabar 2a, 2 disebut koefisien, sedangkan a disebut variabel( peubah ).

Bentuk-bentuk aljabar

Persamaan dan pertidaksamaan linear

  • Persamaan Linear Satu Variabel

Persamaan Linear Satu Variabel berarti persamaan pangkat satu. Pada persamaan linear ini berlaku hukum :

  1. Ruas kiri dan ruas kanan dapat ditambahkan atau dikurangi bilangan yang sama
  2. Ruas kiri dan ruas kanan dapat dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama.

Contoh : 1. r + 3 = 10.

  r + 3 - 3 = 10 - 3 (sama sama dikurangi dengan bilangan yang sama yaitu 3)
r = 7

2. 3p = 12

  3p / 3 = 12/3 (sama-sama dibagi dengan bilangan yang sama yaitu 3)
p = 4
  • Pertidaksamaan Linear satu variabel

Pertidaksamaan linear satu variabel berarti kalimat terbuka yang memiliki tanda <,>, Pada persamaan linear berlaku hukum:

  1. Ruas Kiri dan kanan dapat ditambah, dikurangi, dikali, atau dibagi bilangan yang sama
  2. jika variabel bertanda minus, harus diganti menjadi positif dengan mengali bilangan negatif dan membalikan tanda

contoh : 1. 5v + 7 > 23

  5v - 7 + 7 > 23 + 7
5v / 5 > 30 / 5
v > 6

2. -2a <>

  -2a / -2 > 10 / -2
a > -5


Sumber : wikipedia.com

Keajaiban Angka 19, 0 dan 7

Angka 19 merupakan kunci utama akan keteraturan susunan huruf, kata, kalimat, jumlah ayat, dan jumlah surah dalam Alquran.

Allah SWT menciptakan bilangan sebagai bahasa universal, yang dapat ditemui di seluruh ciptaan-Nya yang dijabarkan dalam bentuk satuan, ukuran massa, volume, kecepatan, dan lain sebagainya. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam tak pernah melewatkan angka-angka atau bilangan itu. Misalnya, bilangan rakaat shalat, persentase zakat, pembagian warisan, jumlah hari berpuasa, waktu melempar jumrah, tawaf, sai, Lebaran Idul Fitri, dan Idul Adha.

Dan, Alquran sebagai kitab suci umat Islam, juga banyak menyebutkan tentang bilangan. Salah satunya adalah angka 19, sebagaimana terdapat dalam surah al-Muddatstsir ayat 30. ”Dan di atasnya ada 19 (malaikat penjaga).”Penyebutan angka 19 ini ternyata sangatlah menakjubkan. Bahkan, beberapa ilmuwan Muslim bidang matematika, telah menemukan berbagai hal istimewa terkait angka 19 ini. Di antaranya, Abah Salma Alif Sampayya, Fahmi Basya, dan Iskandar AG Soembrata.

Bilangan 19 adalah bilangan prima, yaitu bilangan yang tidak habis dibagi dengan bilangan mana pun, kecuali dengan dirinya sendiri. Bilangan prima lainnya adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, dan masih banyak lagi. Para astrofisikawan meyakini bilangan prima sebagai bahasa komunikasi di alam semesta dan dijadikan sebagai bahasa, dalam melakukan percobaan komunikasi dengan makhluk angkasa luar.

Dalam bukunya, Abah Salma Alif Sampayya menyatakan, bilangan 19 menjadikan beberapa ilmuwan ternama di dunia menemukan sejumlah rumus atau berbagai keajaiban dengan angka 19. Misalnya, heksagonal, magic star, dan metonic cycle.

Kunci utama
Dalam Alquran, angka 19 menjadi awal pembuka surah. Kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang diletakkan sebagai kata pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Alquran, memiliki susunan angka yang sangat menakjubkan. Kalimat basmalah itu bila dihitung hurufnya mulai dari ba hingga mim, berjumlah 19 huruf. Angka 19 ini ternyata menjadi ‘kunci utama’ dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Alquran.

Dalam catatan Sampayya, Alquran menyebutkan bilangan yang berbeda sebanyak 30 kali, yakni 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 2.000, 3.000, 5.000, 50 ribu, dan 100 ribu. Selain bilangan bulat tersebut, Alquran menyebutkan delapan kali bilangan pecahan (desimal), yakni 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6, 1/8, 1/10, dan 2/3. Bilangan pecahan ini sebagian besar terdapat pada ayat-ayat yang berkaitan tentang warisan. Lalu, di mana istimewanya angka 19?

”Bila bilangan bulat dan bilangan pecahan dijumlahkan, hasilnya ada 38. Angka 38 ini merupakan kelipatan dari 19 X 2,” tulis Sampayya. Pendapat senada juga dikemukakan Fahmi Basya, staf pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dalam bukunya yang berjudul Matematika Islam, Sebuah Pendekatan Rasional untuk Yaqin , Fahmi Basya menjelaskan, berbagai keajaiban angka 19.

Percaya atau tidak, hampir keseluruhan ayat Alquran yang terdapat dalam 114 surat, selalu berpatokan pada angka 19. Misalnya, jumlah surah dalam Alquran jumlahnya 114. Bilangan ini bila dibagi dengan 19, hasilnya adalah 6.

Kata bilangan dalam Alquran adalah adda . Kata yang berasal dari adda ( ma’dudaat, ta’uddu, iddat, adada, dan ma’dud ) disebutkan dalam Alquran sebanyak 35 kali yang tersebar di 19 surah dalam 29 ayat. Dari penjumlahan nomor surat yang sebanyak 29 tadi (misalnya, Al-Baqarah nomor 2, Ali Imran nomor 3, at-Taubah nomor 9, an-Nas nomor 114), adalah sebanyak 779, merupakan perkalian dari 19 X 41.

Begitu juga, dengan penjumlahan nomor ayat yang menyebutkan kata adda atau kata lainnya yang berarti perhitungan atau bilangan itu, jumlahnya sebanyak 1577. Angka ini merupakan perkalian dari 19 X 83. Fahmi Basya mencontohkan, jumlah kata basmalah dalam Alquran juga berjumlah 114 (19 X 6). Kendati surah al-Taubah tidak didahului dengan kalimat basmalah , namun pada surah ke-27 terdapat dua kata basmalah , masing-masing pada pembuka ayat (0) dan ayat ke-30.

Kalimat Bismillahirrahmanirrahim yang berjumlah 19 huruf, terdapat pada surah ke-1 (al-Fatihah) dengan jumlah ayat tujuh buah. Nomor surah at-Taubah adalah 9, sedangkan jumlah ayatnya sebanyak 129. Penjumlahan kode angka kedua jumlah ayat tersebut pun berjumlah 19, yakni 7+1+2+9=19.

Keajaiban lainnya dari angka 19 ini adalah jumlah ayat dari surah pertama (al-Fatihah) hingga ayat ke-8 (al-Anfal) atau sebelum surah at-Taubah, berjumlah 1.235 ayat, yang merupakan perkalian dari 65 X 19. Al-Fatihah jumlah ayatnya tujuh, al-Baqarah 286, Ali Imran 200, an-Nisa 176, al-Maidah 120, al-An’am 165, al-A’raf 206, dan al-Anfal 75.

Pada surah ke-27 (an-Naml), terdapat dua kata basmalah , satu pada pembukaan surah (kode 0) dan satu lagi pada ayat ke-30. Jarak dari surah ke-9 (at-Taubah) ke surah 27 (an-Naml) berjumlah 19 surah.

Keajaiban lainnya, surah pertama memiliki 7 ayat, surah ke-9 memiliki 129 ayat, dan surah ke-27 berjumlah 93 ayat. Penjumlahan ketiga surah tersebut beserta ayatnya juga merupakan kelipatan angka 19, yakni 1+7+9+129+27+93=266. Bilangan 266 merupakan perkalian 14 X 19. Apakah ini semua sebuah kebetulan? Pendapat yang mengatakan bahwa hasil yang selalu merujuk pada angka 19 itu sebagai kebetulan, terbantahkan dengan bukti-bukti lainnya.

Misalnya, struktur kata dalam kalimat basmalah terdiri atas empat suku kata, yaitu Ism, Allah, Rahman, dan Rahim . Dalam Alquran, kata Ism disebut sebanyak 19 kali, kata Allah sebanyak 2.698, kata al-Rahman sebanyak 57 kali, dan al-Rahim sebanyak 114 kali. Masing-masing kata itu merupakan pembagian dari angka 19 pula. Ism adalah 19 X 1, Allah 19 X 142, al-Rahman 19 X 3, dan al-Rahim 19 X 6. Jumlah total pembagian kata Ism (1), Allah (142), al-Rahman (3), dan al-Rahim (6) berjumlah 152 yang juga merupakan hasil dari 8 X 19.

”Bila semua itu merupakan kebetulan, tak mungkin hasilnya selalu berjumlah atau merupakan perkalian maupun pembagian dari angka 19. Ini merupakan pembuktian dari keseimbangan dan komposisi penyusunan kalimat yang sangat teratur, terencana, dan tersusun secara matang oleh Allah SWT,” jelas Sampayya. sya


Kalimat
Basmalah dan Misteri Angka 0

Mungkin sebagian besar umat Islam tak pernah menyadari keteraturan kalimat basmalah . Bahkan, ketika kata Bismillahirrahmanirrahim sebagai pembuka surah, mungkin banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan hal itu merupakan kehendak Allah SWT.

Namun, komposisi jumlah huruf, jumlah kata basmalah yang ditempatkan sebagai pembuka surah, dan tidak disepakatinya kata itu sebagian dari ayat Alquran atau bukan, ternyata bagi ilmuwan matematika memberikan sebuah fenomena yang sangat unik dan menakjubkan. Disadari atau tidak, kata basmalah dalam Alquran yang berjumlah 114 itu, sebanyak 112 di antaranya tidak diberi nomor ayat atau hanya ditandai dengan bilangan 0 (nol).

Angka 0 (nol) ini ternyata memberi dampak yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat, al-Khawarizmi adalah orang yang menulis pertama kali dalam buku Aljabar pada tahun 976 Masehi. Kemudian, setelah dibawa dan diperkenalkan ke Eropa oleh Leonardo Fibonacci, ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Bahkan, revolusi ilmu pengetahuan, khususnya matematika, yang menjadi cikal bakal semua ilmu pengetahuan berkembang pesat setelah digunakannya bilangan nol ini. Teori-teori fisika, kimia, biologi, astronomi, beserta aplikasinya bermunculan dalam peradaban Eropa. Dari angka ini, kemudian lahirlah perhitungan dengan menggunakan sistem binary, 0 dan 1 yang kemudian menjadi cikal bakal komputer.

Demikian juga, dalam Alquran. Kalimat basmalah yang keberadaannya dalam Alquran bagi beberapa kalangan masih diperdebatkan penempatannya sebagai ayat atau bukan ternyata secara aksiomatik menjawab segala perbedaan pandangan tersebut dengan sangat menakjubkan. Di manakah Alquran ‘menyembunyikan’ bilangan 0 (nol) ini? Abah Salma Alif Sampayya, dalam bukunya Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menemukan hasil yang mengagumkan.

Pertama, dalam surah al-Fatihah terdapat satu kalimat basmalah yang ditempatkan pada awal surah (ayat 1). Angka 1 merupakan bilangan asli terkecil, yang ‘bukan bilangan prima dan juga bukan bilangan komposit’, karena bilangan itu hanya memiliki satu faktor perkalian saja, yakni 1 X 1, dan kalimat basmalah dalam surah al-Fatihah dengan nomor ayat 1 mewakili bilangan 1.

Kedua, surah at-Taubah tidak dibuka dengan kalimat basmalah , alias kosong (blank, empty) . Kosong bukan bilangan melainkan sifat dari bilangan. Adanya kekosongan dalam penempatan kalimat tersebut pada surah at-Taubah, berkaitan erat dengan sebutan lain surah ini, yaitu al-bara`ah yang artinya bebas. Kosong dapat didefinisikan sebagai sebuah sifat bilangan yang berarti bebas dari nilai apa pun. Ketiga, sebanyak 112 surah, kata basmalah tidak ditandai dengan nomor ayat kecuali tanda 0 (nol), nilai terkecil dari sebuah bilangan. Notasi 0 untuk 112 ayat tersebut adalah untuk membedakan dengan surat at-Taubah yang ‘kosong’ kalimat basmalah .

Apa perbedaan antara ‘kosong’ dengan bilangan 0? Kebanyakan orang menganggap bahwa 0 sama dengan tidak ada atau kosong. Tapi, bagi ilmuwan matematika, 0 tidak sama dengan kosong dan kosong tidak sama dengan 0.Ambillah kalkulator dan cobalah melakukan perhitungan. Bila sebuah bilangan dikalikan dengan angka nol, hasilnya akan nol (0). Tetapi, bila sebuah bilangan dikalikan dengan kosong ( isblank ), hasilnya #VALUE!.

Begitu juga, bila dilakukan pembagian, hasilnya akan berbeda. Misalnya, 114 dibagi 0 sama dengan #DIV/0! atau error . Sedangkan 114, dibagi kosong hasilnya sama dengan #VALUE!.Dengan petunjuk tersebut di atas, Sampayya menegaskan, ”Kalimat basmalah di luar surah al-Fatihah adalah bagian dari ayat Alquran dengan ayat bernomor 0.”
Wa Allahu A’lam. sya


Keajaiban Angka 7

Alquran menyebutkan sejumlah angka atau bilangan. Di antaranya angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 19, 20, 100, 200, 1.000, 2.000, 100 ribu, dan lainnya. Dibandingkan dengan lainnya, bilangan yang paling sering disebut dalam Alquran adalah tujuh (7). Apakah keistimewaan bilangan ini?

Dalam Alquran, angka tujuh disebutkan pada 23 surah, dimulai dari surah al-Baqarah [2] ayat 29, dan diakhiri pada surah an-Naba’ [78] ayat 12. Penyebutan angka tujuh berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi, kisah-kisah dalam Alquran, misalnya ketika Nabi Yusuf menafsirkan mimpi Raja Mesir tentang tujuh ekor sapi yang gemuk dan kurus serta tujuh tahun musim subur dan paceklik. Kemudian, kisah umat Nabi Hud yang diturunkan siksa selama tujuh malam delapan hari, kisah Ashabul Kahfi, dan lainnya.

Para ahli tafsir juga banyak menafsirkan tentang maksud angka tujuh ini. Misalnya, dalam buku Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis , dibahas secara detail mengenai kemukjizatan angka tujuh ini. Di antaranya, tujuh ayat surah al-Fatihah yang disebut juga dengan al-Sab’u al-Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang), lalu ada tujuh surah yang panjang (al-Sab’u al-Thiwal) .

Kemudian, angka tujuh juga dicontohkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Tawaf tujuh kali, sai tujuh kali, melempar jumrah dengan tujuh batu kerikil. Angka tujuh juga terdapat dalam gerakan shalat, yaitu posisi sujud yang harus menempelkan dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ibu jari kaki.

Dalam Alquran, terdapat pula tujuh surah yang dimulai dengan kalimat tasbih ( Subhana ), yakni surah Al-Isra, Al-Hadid, Al-Hasyr, Al-Shaff, Al-Jumuah, Al-Taghabun, dan al-A’la.Bahkan, angka tujuh atau kelipatannya juga dijadikan penyebutan dalam Alquran maupun contoh lainnya. Misalnya, angka 70, jumlah huruf Arab (28), jumlah surah yang dimulai dengan huruf yang disebut fawatihu al-suwar (pembuka surah), seperti Alif Lam Mim, Yaa Sin, Haa Mim, Tha Ha, Qaf, Nun, dan Alif Lam Ra , berjumlah 14.

Dalam Alquran, penyebutan angka tujuh yang dimulai dari surah al-Baqarah [2] ayat 29, dan diakhiri pada surah an-Naba’ [78] ayat 12, memiliki makna yang sangat mengagumkan.
Jumlah surah yang berada di antara surah al-Baqarah hingga surah al-Naba sebanyak 77 surah. Jumlah ayat yang berada di antara keduanya (dari ayat pertama hingga ayat terakhir yang menyebutkan angka tujuh), berjumlah 5.649 ayat, yang merupakan perkalian dari 807 X 7.

Republika.com
jakarta45.wordpress.com

Keistimewaan Angka Nol

Nol adalah bilangan bulat yang mempunyai sifat istimewa. Sekarang kita cari apa saja apa saja keistimewaan angka nol.

Perhatikan tabel – tabel di bawah ini !

+

0

1

2

0

0

1

2

1

1

2

3

2

2

3

4

x

0

1

2

0

0

0

0

1

0

1

2

2

0

2

4

-

0

1

2

0

0

1

2

1

- 1

0

1

2

- 2

- 1

0

Dari tabel perkalian dan penjumlahan diatas dapat diambil kesimpulan :

  1. Pada operasi penjumlahan

Bilangan apabila dijumlahkan dengan nol atau sebaliknya akan menghasilkan bilangan itu sendiri.

2. Pada operasi perkalian dan pembagian

Bilangan apabila dikalikan atau dibagi dengan nol akan menghasilkan nol.

3. Pada operasi pengurangan

Bilangan apabila dikurangi nol hasilnya merupakan bilangan itu sendiri.

Bilangan nol apabila dikurangi bilangan hasilnya adlah lawan dari bilangan itu sendiri.

Ustadz Kita

Liputan6 Headline News

Followers

Daftar Pengunjung :